1. Tragedi WTC (11 September 2001)
Serangan 11 September (disebut September 11, September 11th atau
9/11), adalah serangkaian empat serangan bunuh diri yang telah diatur
terhadap beberapa target di New York City dan Washington DC pada 11
September 2001. Pada pagi itu, 19 pembajak dari kelompok militan Islam,
al-Qaeda, membajak empat pesawat jet penumpang. Para pembajak sengaja
menabrakkan dua pesawat ke Menara Kembar World Trade Center di New York
City. Kedua menara runtuh dalam kurun waktu dua jam. Pembajak juga
menabrakkan pesawat ketiga ke Pentagon di Arlington, Virginia. Ketika
penumpang berusaha mengambil alih pesawat keempat, United Airlines
Penerbangan 93, pesawat ini jatuh di lapangan dekat Shanksville,
Pennsylvania dan gagal mencapai target aslinya di Washington, D.C.
Menurut laporan tim investigasi 911, sekitar 3.000 jiwa tewas dalam
serangan ini.
2.Tragedi Lockerbie (21 Desember 1988)
21 Desember 1988 pesawat Boeing 747-100 terdaftar N739PA dan bernama
“Clipper Maid of the Seas” penerbangan harian Pan American World Airways
dari Bandara Internasional Heathrow, London ke Bandara Internasional
John F. Kennedy, New York. meledak di udara pada saat terbang di atas
Lockerbie, Dumfries dan Galloway, Skotlandia, ketika sebuah 340-450 gram
peledak plastik diledakkan di tempat kargo depan, memicu
kejadian-kejadian selanjutnya yang menuju kehancuran pesawat dengan
cepat. Angin dengan kecepatan 100 knot (190 km/j) menyebarkan penumpang
dan barang lainnya sepanjang 130 km. Dua ratus tujuh puluh satu orang
dari 21 negara meninggal, termasuk 11 orang di atas tanah. Aksi ini
didalangi oleh agen rahasia Lybia.
3. Teror Gas Sarin (20 Maret 1995)
Pada 20 Maret 1995, seorang anggota sekte hari kiamat Aum Shinrikyo
(Kebenaran Tertinggi) melepaskan gas satin di kereta komuter di jam
sibuk. Pelaku yang diperintahkan oleh pemimpin sekte adalah mantan ahli
akupunkur separo buta yang kerap memperingatkan akan datangnya hari
kiamat.
Lebih dari 6.200 orang terluka dalam serangan terencana di sistem kereta
bawah tanah paling sibuk di dunia itu. Sementara 13 orang tewas. Salah
seorang korban tewas adalah Kazumasa, suami Takahashi. Kazumasa, 50
tahun, adalah seorang pekerja di stasiun yang memindahkan kantong
plastik berisi gas saraf dari kerumunan penumpang di stasiun
Kasumigase-ki, Tokyo.
4. Bom Oklahoma City (19 April 1995)
Kasus ini adalah serangan teroris domestik terbesar kedua dalam
sejarah Amerika Serikat yang menewaskan 168 orang. Bom tersebut
diletakkan dalam sebuah truk sewaan, diledakkan di jalan depan gedung
tersebut pada 19 April 1995 pukul 9:02 pagi waktu setempat. Bom mobil
tersebut berisi 2.300 kg bahan peledak, dibuat dari amonia nitrat,
sejenis pupuk yang digunakan dalam pertanian, dan nitrometan, sejenis
bahan bakar untuk mobil balap.
5. Pengeboman Kedubes AS di Nairobi (Kenya) & Darusalam (Tanzania).
7 Agustus 1998. 200 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang luka-luka
setelah serangan bom di dua Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat
(AS) di Kenya dan Tanzania.
Laman stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa dua insiden itu terjadi
bersamaan dalam selisih beberapa menit. Ledakan pertama terjadi di
Kedubes AS di Dar es Salaam, ibukota Tanzania.
Lima menit kemudian, bom menghancurkan gedung Kedubes AS di ibukota
Kenya, Nairobi. Ledakan di Nairobi melukai Duta Besar AS, Prudence
Bushnell.
6. Bom Bali (Indonesia)
Bom Bali terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002 di kota
kecamatan Kuta di pulau Bali, Indonesia, mengorbankan 202 orang dan
mencederakan 209 yang lain, kebanyakan merupakan wisatawan asing.
Peristiwa ini sering dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam
sejarah Indonesia. Aksi ini didalangi oleh kelompok Amrozi cs yang
diduga keras mendapat dukungan dana dari kelompok JI (Jamaah Islamiyah)
pimpinan KH Abu Bakar Basyir. Sasaran utamanya adalah wisatawan barat
yang ada di Indonesia.
7. Teror Moscow (Rusia)
Tanggal 23-26 Oktober 2002 merupakan hari paling mencekam di gedung
pertunjukan Moscow Theater, Rusia. Sekitar 850 orang dr berbagai negara
yg sedang menikmati pertunjukan konser musik akbar, Nord Ost, tiba2
dikejutkan oleh datangnya puluhan teroris berseragam hitam2 dn memakai
penutup muka.
8. Bom Madrid (Spanyol)
Peristiwa peledakan bom Madrid 11 Maret 2004, terdiri dari beberapa
ledakan yang terjadi di dalam empat kereta komuter cercanÃas (semacam
kereta api Jabotabek di Jakarta, Indonesia) di Madrid, Spanyol.
Peristiwa ini terjadi dini hari 11 Maret 2004. Terdapat 192 korban jiwa
dan 2.050 korban luka-luka. Peristiwa ini serangan teroris terparah di
Eropa setelah peristiwa Lockerbie pada 21 Desember 1988). Konon ada tiga
belas bom; sepuluh di antaranya meledak.
Korban jiwa berasal dari banyak negara: Spanyol, Rumania, Kuba, Chili,
Kolombia, Republik Dominika, Ekuador, Guinea Bissau, Honduras, Maroko,
Peru, dan Polandia.
Ini serangan teroris terburuk yang pernah dialami Spanyol. Jauh lebih
keji dari serangan teroris ETA di Barcelona, di sebuah supermarket yang
menghasilkan korban jiwa 21 orang dan 40 orang luka-luka pada tahun
1987.
9. Bom bunuh diri di London
Bom London 2005 adalah serangkaian pengeboman yang terjadi di
jaringan transportasi umum di London, Britania Raya pada pagi hari 7
Juli 2005 saat jam-jam padat. Korban jiwa mencapai setidaknya 56 orang.
Empat ledakan terjadi di tiga jalur kereta api bawah tanah dan sebuah
bus di pusat kota London. Keempat ledakan tersebut diperkirakan
dilakukan oleh teroris dan terjadi tepat pada saat konferensi G8 dibuka
di Skotlandia pada sore hari sehari sebelumnya. London juga kebetulan
terpilih sebagai penyelenggara Olimpiade 2012 sehari sebelumnya. Motif
tepatnya masih belum diketahui pasti.
10. Bom Mumbai (India)
Serangan teroris Mumbai November 2008 merupakan rangkaian serangan
teroris terkoordinasi yang terjadi serentak di sejumlah tempat di
sekitar kota Mumbai, ibukota finansial dan kota terbesar di India, pada
26 November 2008 yang berlanjut sampai dengan 29 November.
Sekurang-kurangnya 188 orang, termasuk sekurang-kurangnya 22 warga
asing, dipastikan menjadi korban, sementara sekitar 370 orang cedera.
Para pelaku melakukan serangkaian penembakan, peledakan, dan
penyanderaan. Serangan-serangan tersebut terjadi di stasiun kereta api
Chatrapati Shivaji Terminus (CST) yang ramai; dua hotel lima bintang
yaitu Oberoi/Trident dan Taj Mahal Palace; Kafe Leopold, sebuah restoran
yang terkenal di kalangan turis; Rumah Sakit Cama; gedung pusat
komunitas Yahudi Mumbai Chabad House; dan kantor polisi.
11. Bom JW Marriot (Indonesia)
Pengeboman Jakarta 2003 (disebut juga Pengeboman JW Marriott 2003)
adalah peristiwa ledakan bom di hotel JW Mariott di kawasan Mega
Kuningan, Jakarta, Indonesia pada pukul 12.45 dan 12.55 WIB tanggal
Selasa, 5 Agustus 2003. Ledakan itu berasal dari bom mobil bunuh diri
dengan menggunakan mobil Toyota Kijang dengan nomor polisi B 7462 ZN
yang dikendarai oleh Asmar Latin Sani. Ledakan tersebut menewaskan 12
orang dan mencederai 150 orang. Akibat peristiwa itu, Hotel JW Marriott
ditutup selama tiga minggu dan setelah melakukan operasi perlengkapan
mulai reopened menyelesaikan renovasi kembali tanggal Jumat, 22 Agustus
2003.
Aksi ini juga didalangi oleh kelompok Amrozi cs yang diduga keras
mendapat dukungan dana dari JI (Jamaah Islamiyah) pimpinan KH Abu Bakar
Basyir.